Mengapa LS3/5A Disukai Banyak Pecinta Musik?

Comment
X
Share
Share with your friends

Ketika suatu kali membuka-buka halaman  Buy and Sale di website IHEAC, kami temui dua merk speaker yang sama sama memanggul kata ‘LS3/5A’, yakni merk Stirling LS3/5A (klik : https://piheac.com/detail-buysell/20240212132350/Stirling-LS3-5A-V2)  dan  Spendor dengan S3/5R2.  Keduanya barang second(bekas pakai). Bila Spendor dijual  11 juta Rupiah, Stirling di 17.7 juta rupiah. Keduanya sama-sama menyiratkan nuansa speaker legendaris LS3/5A yang dulu pertama kali dibuat oleh BBC(British Broadcasting Company) Design Department, Inggris di tahun 1970an – yang kemudian lisensi pembuatannya diberikan kepada sejumlah merk speaker untuk membuat versi LS3/5A-nya masing-masing dengan merk sesuai merk mereka.

LS3/5a v2, rasa LS3/5a ala Stirling

Teman teman pehobi audio tentu sudah punya pengalaman sendiri mendengar speaker legendaris ini. Beragam opini lahir tentang plus minus speaker ini. Bagi redaksi, satu yang paling  kami kagumi adalah di vokalnya, mentereng.Speaker sekecil ini bisa bersuara indah di vokal. Jika di lain-lainnya terbilang lumayan Istimewa. Hanya saja, dibandingkan model model lain, masih plus minus. Speaker ini pun punya harga di pasar yang stabil. Pernah kami temui di Surabaya, ada yang menjualnya di kisaran 35 jutaan rupiah bermerk Rogers. Tentunya kondisinya Istimewa.

Nah, apa yang membuat anda, teman pehobi audio, menyukai LS3/5A?   Menurut anda, apa yang kurang oke dari L3/5A?

Kata legendaris banyak diarahkan juga kepada speaker Rogers LS3/5A. Dan banyak merk lain juga, seperti halnya Rogers, mendapatkan lisensi dari BBC untuk lalu membuat versi LS3/5A-nya masing masing. LS3/5A diproduksi oleh  BBC Designs Department  dan desain awalnya secara originalnya adalah sebuah nearfield monitor  untuk digunakan di dalam instlasi yang mobile. Ya, BBC  di awal, membuat model ini karena merasakan kebutuhan akan speaker  yang bagus dalam memonitor dan mengakses program siaran yang berkualitas. Maka, mereka mendisain speaker ini dalam bentuk speaker monitor yang efisien, sanggup bermain kencang dan menghandle  power tinggi.

LS3/5a ala Rogers

Ini adalah speaker monitor studio kecil yang  digunakan oleh van penyiaran luar-nya BBC untuk memastikan kualitas siarannya.Tetapi kemudian, kita bisa lihat bagaimana LS3/5A banyak yang berakhir digunakan di dalam ruangan rumah, seakan pemiliknya tak perduli akan untuk apa  sebenarnya tujuan awal speaker ini dibuat. Tetapi jadinya, bisa saja speaker ini oleh satu dua orang dirasakan kurang sempurna. Misalkan,  dirasakan model speaker ini kurang bisa mengisi seluruh ruangan dengan musik. Akan tetapi ketika digunakan sesuai dengan peruntukannya untuk nearfield atau lingkungan dengar desktop, tentu saja bisa digunakan sebagai sebuah speaker monitor reference, bahkan untuk standar tinggi seperti sekarang ini.

LS3/5a dari Spendor

Kenyataannya, tak sedikit yang berpendapat, walau kecil, dia suaranya indah. Bisa serbaguna, dan pas untuk ruangan kecil.Menarik kan, walau desain awalnya lebih kepada untuk suara orang/voice ketimbang musik. Karakternya dikatakan sangat netral, alami dan open, khususnya pada instrumen akustik, klasik, jazz dan lain lain. Di sisi lain, suaranya dikatakan sangat menyenangkan pada musik rock yang upbeat. Hal lainnya adalah mereka cocok dengan sistem yang sama sekali berbeda, misalnya.

Dia punya mid yang kaya dan present, khususnya di vokal dan instrument akustik. Dia juga dikatakan open. Tentu saja dia harus ditempatkan di sebuah stand dan di toe in ke posisi dengar.  Umumnya, mengakui stand ideal untuknya adalah yang 600mm (24”) sebagai tinggi optimal stand.

Bila meletakkan mereka di pojokan akan membuat output bassnya kian boomy. Maka sebaiknya letakkan agak jauh dari dinding.  Bisa saja mereka bersuara terbaik pada jarak dengar near/mid field diantara 2 dan 4 meter jauhnya dari pendengar.  Jarak seperti ini membuatnya friendly untuk ruang ruang kecil.

Beberapa testimoni/pendapat  tentang mengapa LS3/5A terasa special.

  • Selain merupakan ‘the first dedicated nearfield monitor’ karya desain BBC, sudah ada lebih dari  60,000 LS3/5A di dunia, menjadikannya sebagai desain speaker yang paling sukses dan paling berpengaruh yang pernah ada di di dunia.
  • Saat masa keemasan musik rock, banyak album yang dibuat monitornya memakai LS3/5A.
  • Meskipun suaranya tidak flat atau netral sekali, speaker LS3/5A punya karakter suara yang unik – yang suaranya cenderung antara musical dan detail.
  • Beberapa model dari merk tertentu, misalkan merk Rogers dan SoundArtist, punya versi singe pair dengan konektor 5-way. Beberapa lainnya bisa bi wiring.
  • Walau  nama sama, tetapi lain merk, tentu lain harga. Apakah lain harga, lain mutu suara? Bisa saja dikatakan demikian(lumrahnya). Tetapi, nah, ini perlu testimoni per personal. Karena beda telinga bisa saja berbeda pendapat.  Kalau untuk urusan menarik secara finishing pun, belum tentu yang lebih murah, finishingnya kalah menarik walau secara umum demikian.
  • Di tiap merk berbeda, berbeda juga spesifikasinya. Bahkan untuk satu merk, bisa beda spesifikasi, misalkan di tingkat Ohm. Misalkan, di impedansinya. Rogers LS3/5A ada yang  punya tingkat impedansi di 16 ohm. Sementara merk SoundArtist ada yang main di 11 ohm. Tetapi keduanya bisa sama sama punya efisiensi/sensitivitas di 83 dB. Perbedaan di tingkat resistance, tentu membutuhkan tingkat kebutuhan daya amplifier load yang berbeda.
  • Anda termasuk penyuka bass, maka bila ingin membuat sistem berpenampilan seperti sistem full range, tambahkan saja subwoofer di sistem stereo bila memakai speaker ini. Maklumlah, namanya juga bookshelf, dengan woofer yang kecil. Kurang lengkaplah suaranya.
  • Speaker LS3/5A rata-rata punya tampilan bass di sekitar 70 Hz. Di bawah 70 Hz? Kurang sangguplah.  Karena inilah maka para desainer speaker ini membuat semacam ‘mid bass hump’, yakni mem’blending’kan speaker speaker ini dengan sebuah subwoofer  dan dengan menggabungkannya dngan amplifier dan prosesor.
  • Kadang menambah bass juga bisa dilakukan misalkan dengan menempatkan LS3/5A dengan sangat dekat dengan sebuah dinding, yang akan menaikkan midbass. Bila anda gunakan speaker ini diatas sebuah desktop, maka perlu sebuah stand speaker untuk mengeliminir ‘desk bounce’ yang akan mempengaruhi imaging dan harmonic balance
Musical Fidelity LS3/5A

Apakah speaker LS3/5A masih sangat menarik untuk kini kita miliki di rumah?

Jawabannya menurut kami, masih ! Bisa saja model speaker ini akan terus disukai. tetap akan ramai, karena karakter karakter khasnya juga banyak di cari orang home audio. Selain itu, kalaupun untuk speaker monitor nearfield, tentu saja tetap jadi barang menarik, khususnya karena dunia home audio recording dan aplikasi desktop tetap ramai. Para pemainnya tentu butuh speaker monitor nearfield yang tak harus besar besar, asalkan speakernya akurat.

Kedepannya, bisa saja LS3/5A masih menjadi benchmark untuk desain desain speaker yang akan lahir. Khususnya karena karakter suaranya yang cenderung alami tadi.

 

 

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *