Review Streamer Cambridge Audio EXN100: Memadukan Konsep Modern ke Vintage

Comment
X
Share
Share with your friends

 

Cambridge Audio punya MXN10 dan CXN100. Kabarnya pasar cukup antusias menyambutnya.   Puas akan ini, dilahirkannyalah EXN 100. Didengungkanlah pesan bahwa bagi  pehobi yang lebih serius lagi  tanpa harus masuk ke wilayah harga flagship Edge NQ, pakailah EXN 100. .

Yang menarik, EXN100 bukan sekadar CXN100 dengan harga lebih mahal. Cambridge Audio mencoba menyempurnakan hampir setiap aspek yang berhubungan dengan pengalaman mendengarkan musik digital. Mulai dari kualitas konstruksi, layar, sirkuit analog, hingga penyempurnaan jalur sinyal audio. Hasilnya adalah sebuah streamer yang terasa jauh lebih dewasa dibandingkan sekadar melihat spesifikasinya di atas kertas.

Begitu melihatnya dari dekat, kesan premium langsung terasa. Chassis berwarna Lunar Grey tampil elegan dengan panel depan aluminium yang tebal dan kokoh. Tidak ada desain yang berlebihan atau futuristis. Sebaliknya, EXN100 mengusung pendekatan yang sederhana namun berkelas. Layar berwarna berukuran besar menjadi pusat perhatian, menampilkan artwork album dengan tajam dan cerah sehingga perangkat ini terasa hidup bahkan saat tidak sedang dimainkan. Banyak streamer yang terdengar hebat tetapi kurang menyenangkan digunakan sehari-hari. EXN100 justru berhasil menggabungkan keduanya.

Bicara Streamer Audio

Sstt… ditengah kita, mungkin ada yang masih awam dengan yang namanya streamer. Singgung dikit ya. Dahulu orang kalau ingin menikmati musik dari  sumber musik yang punya kualitas tinggi, pilihannya kalau tidak CD player atau turntable. Kini sumbernya tidak hanya kedua pemutar itu tetapi dengan memainkan file lagu. Ada jutaan lagu resolusi tinggi tersedia hanya dengan beberapa sentuhan jari melalui  Tidal, Qobuz, Spotify, atau server musik pribadi di rumah. Namun untuk mengubah data digital tersebut menjadi pengalaman mendengarkan yang benar-benar memikat, dibutuhkan lebih dari sekadar aplikasi di ponsel atau laptop. Di sinilah peran sebuah music streamer premium seperti Cambridge Audio EXN100.

Untuk mengoperasikannya, kita (juga) perlu mengunduh sebelumnya aplikasi atau platform. Untuk Cambridge Audio, ada StreamMagic. Dan ini rupanya platfom generasi keempat yang digunakan Cambridge Audio. Berpindah antar layanan streaming, membuka koleksi musik di Tidal, atau menjelajahi radio internet terasa cepat dan mulus. Kemudahan ini jadi salah satu poin menarik di ronde awal icip icip kami.

Apa saja fiturnya?  Berikut ini kami dapati.  Dia mendukung AirPlay 2, Chromecast, Spotify Connect, Tidal Connect, Roon Ready, Bluetooth aptX HD hingga pemutaran file PCM 32-bit/768 kHz dan DSD512. Cakepp..   Jadilah EXN100 siap menghadapi hampir semua sumber musik digital modern.

Koneksi Lengkap

Nah, koneksi bolehlah kita buatkan sub judul tersendiri. Banyak streamer hanya berfungsi sebagai pemutar musik jaringan, tetapi EXN100 dirancang agar bisa menjadi pusat audio digital dalam sebuah sistem hi-fi modern.

HDMI eARC. Fitur ini memungkinkan EXN100 terhubung langsung ke televisi. Artinya, saat menonton Netflix, Disney+, YouTube Concert, atau siaran musik live, suara TV dapat diproses oleh DAC internal EXN100 lalu diteruskan ke amplifier dan speaker hi-fi. Dengan kata lain, sistem stereo Anda tidak hanya digunakan untuk mendengarkan musik, tetapi juga meningkatkan kualitas audio hiburan di ruang keluarga. HDMI eARC ini jadi begitu penting karena memungkinkan televisi menjadi bagian dari sistem hi-fi. Film konser, acara musik, hingga layanan streaming video kini dapat menikmati kualitas suara stereo yang jauh lebih baik melalui sistem audio utama di rumah

Untuk koneksi ini, patut dicatat juga  input optical dan coaxial yang memungkinkan EXN100 digunakan bersama CD transport, pemutar CD lama yang DAC-nya sudah ketinggalan zaman, pemutar media, set-top box, hingga konsol game. Dalam konfigurasi ini, DAC premium di dalam EXN100 akan mengambil alih proses konversi digital-ke-analog sehingga kualitas suara sumber tersebut berpotensi meningkat.

Keberadaan USB Audio Input (USB-B) juga menarik. Melalui koneksi ini, EXN100 dapat berfungsi sebagai DAC eksternal untuk komputer atau laptop. Jika Anda memiliki koleksi file hi-res di PC, Mac, atau menggunakan software seperti Roon, Audirvana, dan JRiver, EXN100 dapat menjadi “jantung” sistem audio komputer berkualitas tinggi.

Koneksi Terpilih

Di dapur redaksi, kami menganggap streamer ini sebagai  sumber digital modern yang kami dapati dengan mudah dipadukan dengan sistem audio high-end yang sudah ada bahkan dengan power amplifier Lumley L100, sebuah model power amp yang pernah Berjaya di era 80an.

Kami hubungkan EXN100 ke CD transport Cayin CD50T, preamp merk Indonesia, dan power amplifier Lumley L100 yang menggerakkan sepasang speaker floorstanding Mission. Dalam skema ini, baik EXN100 maupun CD transport ini tentu berfungsi sebagai sumber suara yang masuk ke preamp sebelum diteruskan ke Lumley L100. Ini tentu salah satu alternatif saja dalam menikmati streaming digital tanpa mengubah karakter dasar sistem audio yang telah dirancang dan disetel sebelumnya.

Dari EXN100  ke preamp, kami gunakan kabel analog digital koaksial (kalau mau, bisa juga memakai RCA stereo atau kabel XLR balanced jika preamp mendukung koneksi balanced). Kalaupun anda lebih suka memakai output analog langsung dari EXN100, kami rasa cukup menarik karena streamer ini telah dibekali DAC internal berkualitas tinggi yang kami yakin mampu menghasilkan performa sonik yang baik. Untuk koneksi dari preamp ke Lumley L100 kami gunakan kabel RCA

Pengoperasiannya pun sederhana. Kami sambungkan EXN100 ke jaringan Wi-Fi redaksi, instal aplikasi StreamMagic di smartphone, lalu tinggal pilih layanan musik favorit seperti Spotify Connect dan Qobuz (bisa juga ke Tidal, Internet Radio, NAS, AirPlay, atau Chromecast_. Setelah itu, kami hanya perlu memilih input EXN100 pada preamp untuk menikmati ribuan lagu yang ada di Spotify atau Qobuz yang kami pakai. Rekaman rekaman dari keduanya kami dapati sudah banyak yang berkualitas tinggi layaknya rekaman audiophile. Selanjutnya, mari simak suaranya.

Menyimak Suara

Namun pada akhirnya, sebuah streamer akan dinilai dari kualitas suaranya. Dari berkali kali dengar musik dari Spotify, Qobuz, file, kami simak karakternya yang jernih, open, dan sangat terkontrol. Soundstagenya terbilang lebar, stereonya stabil dan main menarik dalam menampilkan detil.

Saat mendengarkan rekaman vokal, EXN100 mampu menempatkan penyanyi tepat di tengah panggung dengan artikulasi yang jelas dan natural. Instrumen akustik terdengar memiliki ruang bernapas yang cukup, sementara bass disajikan dalam bentuk yang dalam, padat, dan terdefinisi dengan baik. Tidak ada kesan gemuk berlebihan atau bass yang mengaburkan detail lain. Sebaliknya, semuanya terasa rapi dan proporsional  untuk banyak genre musik.  berbagai genre musik. Dari jazz, klasik, pop modern hingga rekaman elektronik yang rumit, terasa tenang dan percaya diri. Ia tidak mencoba membuat musik terdengar spektakuler secara artifisial. Sebaliknya, membiarkan  sajarekaman berbicara apa adanya dengan tingkat transparansi yang tinggi. Patut ditengarai pendukung yang sangat berperan seperti  DAC  ESS Sabre yang dipakai, dan kabarnya masih satu keluarga dengan yang digunakan CXN100. Sayangnya, kami belum mengkomparasinya dengan streamer lain.

Akhirnya, kami catat hal hal menarik dari streamer ini, seperti di pilihan koneksinya yang terbilang lengkap,  kemudahan mengakses musik, kenyamanan penggunaan, hingga kemampuan menghadirkan suara yang bersih, luas, detail, dan musikal.

Kekurangannya?  Yang tercatat,  output digitalnya belum ada koneksi seperti  AES/EBU atau USB Audio Out bila kami ingin menggunakan DAC eksternal kelas atas kedepannya. Sempat terpikir, EXN100 terasa lebih sebagai streamer-DAC yang sudah jadi daripada platform yang sangat fleksibel.

Hal lain, soal  aplikasi StreamMagic, walaupun sangat membantu dan jadi mudah aksesnya, setiap kali kami mulai menghidupkan perangkat, kami perlu melakukan set up koneksi, seperti bila ingin terhubung ke Spotify.

Treble yang lembut dan karakter yang cenderung hangat memang membuatnya nyaman didengar dalam waktu lama, tetapi sebagian audiophile yang menyukai suara sangat transparan dan analitis mungkin akan menganggapnya sedikit terlalu santun.

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *