Memaksimalkan Stereo Murmer Ala Ferry

Comment
X
Share
Share with your friends

Berawal dari obrolan kami dengan seorang pehobi Audio, Ferry Effendi, tentang speaker aktif  dengan budget kisaran 1 jt rupiah yang dipakainya untuk menemaninya bekerja di kamarnya, kami pun membuat video ini. Selanjutnya, bung Ferry pun cerita banyak tentang bagaimana dia memperlakukan sistem murmernya ini agar tampil lebih maksimal.

Di ruangan kamarnya, di awal kedatangan kami – Ferry memutarkan  “Chantal Chamberland – Want a Little Sugar in My Bowl”. Menariknya, untuk kelas sistem di budget demikian,  suara dipancarkan terkesan rilek dan open. Padahal ini keluar dari speaker mungil berbasis 3″ full range dan 6.5″ subwoofer. Suara vocal dari penyanyi jelas tanpa di ganggu dengan detail suara musik yang mengiringi, ritme dan ketukan beat dari lagu membuat hanyut dalam alunan lagu.

Memang ada keterbatasan, rentang frekuensinya tidak terlalu lebar /extended dan resolusi suara jika dibandingkan dengan speaker berkelas  tentu tak bisa disetarakan. Tetapi untuk kategori  sistem di kelas murmer seperti ini, suaranya bisa dikatakan mempunyai keseimbangan tonal, clarity, separasi yang baik.

Surprisingly, speaker dengan ukuran kecil sepert ini ternyata bisa menghasilkan staging yang cukup luas. Bersuara tenang, ramah ditelinga, sehinga menjadi betah untuk berlama lama mendengar.

Silahkan menyimak di video  ini:

Setelah mendengar musik, bung Ferry membocorkan kiat-kiat behind the scene, yang ia lakukan dalam menekuni hobi Audio selama ini. Berangkat dengan perangkat seadanya dari speaker PC, speaker kompo, beberapa speaker lainya dan amplifier yang ada, ia berusaha mempelajari cara-cara setting perangkat Audio sehingga dapat mereproduksi suara dengan kualitas dan warna suara sedekat mungkin dari rekaman lagu.

Simak Video “Cara Benar Menikmati Audio Berbudget Minim di Mata Ferry (1)”  :

Ferry mengakui dia belajar memahami dan mendengar “Suara yang Benar” ini yang merupakan saran dari seorang temannya yamg lebih lama menggeluti di bidang Audio, dari situlah Ferry mulai meletakkan batu pertama sebagai fondasi dibidang ini.

Ferry menjadikan istilah “Suara yang Benar” sebagai sebuah fondasi yang tidak bisa ditawar lagi, jika fondasi sebuah bangunan dikurangi atau tidak benar, maka akan bisa roboh dan memporak porandakan seluruh bangunan.

Bentuk dan ciri khas dari suara alat musik dan vokal penyanyi menurutnya harus bisa direproduksi semirip mungkin oleh sebuah sistim Audio.

“Sangatlah subyektif jika patokan suara benar hanya diuji dengan telinga, karena setiap orang bisa saja punya kemampuan mendengar yang berbeda beda”katanya.

Detail dari Konfigurasi dan spesifikasi perangkat yang digunakan, termasuk perangkat pemutar musik dan aplikasi yang digunakan dijelaskan oleh Ferry pada video  Cara Benar Menikmati Audio Berbudget Minim di Mata Ferry :

 

Pengukuran dengan alat ukur (Mic RTA dan perangkat pelengkap lainya) menurutnya bisa lebih dijadikan patokan, karena lebih dapat diukur dengan lebih presisi dan exact. Tentu saja dibutuhkan keahlian dan pemahaman khusus cara mengukur dan apa yang harus diukur, untuk mendapatkan hasil yang bisa jadi satu patokan yang valid.

Perangkat udio dari pemutar musik, amplifier, kabel sampai speaker yang sudah di rancang sebaik mungkin oleh produsennya akan tidak maksimal, bahkan bisa melenceng dari istilah “Bisa Dinikmati”, jika tidak di setup secara baik dan benar.

Loh kok bisa? Dalam sebuah perjalanan jauh dengan kendaraan bermotor, tentunya kita harus memeriksa kondisi tekanan angin ban, kondisi ban, kesediaan bahan bakar, pelumas mesin dan lain lain.

Yess, its like a “Journey”, bagaimana mensetting audio itu juga merupakan sebuah perjalanan yang perlu kita perhatikan, dimana  hal-hal crucial bisa saja dapat mengganggu dalam menikmati Audio.

Dari hulu ke hilir, katakanlah dari pemutar musik sampai ke speaker sudah tersetting dengan baik, akan tetapi kalau kita mengabaikan tata letak speaker, efek pantulan dari ruangan bisa saja merusak keseimbangan tonal, yang mengakibatkan kualitas suara secara keseluruhan menjadi rusak.

Ferry meyakini masalah terbesar yang bisa muncul dan merusak kualitas suara, justru berada di bagian urutan yang paling akhir, yaitu ketika speaker mengeluarkan gelombang suara yang dipantulkan oleh dinding/benda di sebuah ruangan.

Di Video ini juga dilakukan uji dengar antara suara dengan Tonal Balance (keseimbangan suara) yang baik dan tidak Balance.  Mari simak video lainnya di tips Cara Benar Menikmati Audio Berbudget Minim :

Menurut Ferry, ada beberapa cara untuk mengatasi persoalan ini yaitu:

  1. Menata dan menyempurnakan akustik ruangan /acoustics room treatment
  2. Mengatur peletakan speaker dan posisi dengar
  3. Mengkoreksi keterbatasan penyempurnaan ruangan dengan menggunakan fitur fitur di DSP (Digital Signal Processing) seperti Time Alightment, Phase dan Equalizer

Dengan mengkombinasikan 3 hal tersebut, maka suara yang dihailkan oleh perangkat yang baik akan menjadi maksimal. Ferry pun membuat sebuah video yang terkait dengan hal diatas (video ke-4) :

 

Inilah hasil obrolan dengan Ferry Effendi. Tentu saja ini adalah murni pendapat dia, dan bisa saja berbeda dengan cara pandang anda. Semoga artikel ini sedikit banyak bisa menjadi masukan bagi anda.

 

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *