
Satu ruangan yang terbilang unik di Singapore Hi-End Asia Show 2025, salah satunya adalah Optivox. Ruangannya memang tidak berada di area depan, dan besar dan bukan nama yang biasa kita dengar. Tetapi room ini justru menawarkan suatu hal yang baru bagi kami, sistem Lossless Audio System.
Ya, merk ini memperkenalkan pendekatan inovatif dalam dunia audio high-end dengan mengintegrasikan koneksi optik lossless ke dalam jalur sinyal analog tradisional. Sistem andalannya menghubungkan preamplifier dan power amplifier melalui serat optik, sehingga mampu menghilangkan gangguan interferensi elektromagnetik (EMI) serta noise akibat ground loop.
Kita tentu sudah familiar dengan istilah “lossless” tetapi kali ini yang kita lihat sepertinya konteksnya agak berbeda. Optivox disini tidak sedang berbicara mengenai file WAV,FLAC atau format musik digital tanpa kompresi, melainkan konsep transmisi audio lossless melalui jalur serat optik (fiber optic). Mengapa dia pakai ini, dari hasil obrolan dengan ‘mbak’ yang terlihat di video, rupanya Optivox yakin ini dapat mempertahankan integritas sinyal sejak meninggalkan sumber hingga akhirnya direproduksi menjadi musik di ruang dengar. Ya, konsep audio dengan fiber optic
Tidak Sendirian
Tetapi Optivox bukan satu satunya. Trinnov Audio, seperti yang kami ketahui saat pamerannya IHEAC, JIAVS 2025, juga memperkenalkan teknologi ini di prosesornya. Trinnov ternyata udah lama memanfaatkan infrastruktur berbasis jaringan dan bahkan mendukung koneksi yang dapat berjalan melalui fiber optic, tetapi melalui teknologi Audio over IP (AoIP) seperti Dante dan AES67. Pada produk-produk profesionalnya, dan kini juga pada lini residential seperti AltitudeCI, Trinnov menyediakan port SFP yang memungkinkan penggunaan modul fiber optic untuk distribusi audio multikanal.
Apa beda kedua konsep mereka?
- Trinnov menggunakan fiber sebagai bagian dari ekosistem jaringan audio. Fokus utamanya adalah fleksibilitas routing, distribusi audio multikanal dalam instalasi besar, sinkronisasi antarperangkat, serta integrasi sistem home theater atau studio yang kompleks. Fiber di sini berfungsi sebagai “jalan tol” bagi lalu lintas audio digital melalui protokol jaringan seperti Dante dan AES67.
- Optivox, sebaliknya, menjadikan fiber optic sebagai inti dari filosofi reproduksi dua kanal (stereo) untuk audiophile. Mereka berbicara tentang menjaga kemurnian sinyal audio dari sumber hingga reproduksi akhir melalui apa yang mereka sebut sebagai Lossless Audio System, dengan penekanan pada minimnya interferensi elektromagnetik dan degradasi sinyal dalam rantai audio.
Dengan kata lain, jika Trinnov memandang fiber optic sebagai solusi infrastruktur audio berbasis jaringan, maka Optivox memposisikannya sebagai solusi peningkatan kualitas transmisi sinyal untuk pengalaman mendengarkan musik.
Hal inilah yang membuat kemunculan Optivox di Singapore Hi-End Asia 2025 ini jadi menarik bagi kami. Mereka bukan yang pertama membawa fiber optic ke dunia audio, tetapi termasuk sedikit pemain yang mencoba menjual gagasan bahwa “cahaya” dapat menjadi bagian penting dari pencarian audiophile terhadap reproduksi musik yang lebih murni.
Memang Pemain Serat Optik
Di tengah dunia high-end audio, kita masih saja melihat adanya perdebatan kabel, kualitas konektor, grounding, jitter, hingga pengaruh pasokan listrik terhadap performa sistem, Nah, Optivox ini datang dengan sudut pandang yang tidak biasa. Mereka percaya bahwa salah satu kunci reproduksi suara berkualitas tinggi terletak pada bagaimana sinyal melakukan perjalanannya. Dengan memanfaatkan transmisi optik, sinyal audio dikirim melalui cahaya di dalam serat optik, sehingga terisolasi dari interferensi elektromagnetik, noise listrik, maupun gangguan yang lazim ditemukan pada penghantar berbasis tembaga.
Pendekatan tersebut menjadi menarik karena Optivox bukanlah nama yang tumbuh dari tradisi panjang industri audio high-end. Di balik merek ini berdiri Acon Optics, perusahaan teknologi asal Taiwan yang selama ini dikenal luas di bidang solusi komunikasi serat optik. Pengalaman mereka selama bertahun-tahun justru berasal dari dunia pusat data, jaringan telekomunikasi, dan infrastruktur transmisi berkecepatan tinggi—sebuah bidang yang sangat mengandalkan akurasi pengiriman data dan minimnya kehilangan sinyal.
Maka, ketika kompetensi itu dibawa ke dunia audio, muncul pertanyaan yang sulit diabaikan oleh para audiophile: jika miliaran bit data internet dapat dikirim dengan presisi tinggi menggunakan serat optik, mungkinkah prinsip yang sama mampu memberikan manfaat nyata pada reproduksi musik?
Pertanyaan ini sempat diajukan penjaga ruang Optivox ini kepada kami. Mereka rupanya bukan sekadar menjual perangkat, tetapi juga menawarkan sebuah filosofi baru, tentang konsep dan kemungkinan, ketimbang sekadar spesifikasi produk. Bagi sebagian audiophile, pendekatan seperti ini terasa menyegarkan. Sebagian lain mungkin memilih untuk tetap skeptis hingga dapat melakukan sesi dengar yang lebih panjang dan terukur.
Memang, dunia high-end audio selalu dipenuhi perdebatan. Ada kelompok yang meyakini bahwa setiap detail kecil dalam rantai audio dapat memengaruhi hasil akhir. Ada pula yang hanya percaya pada pengukuran objektif. Namun sejarah menunjukkan bahwa banyak inovasi yang awalnya dianggap terlalu berani, justru kemudian menjadi standar baru.
Terlepas dari apakah teknologi Optivox nantinya akan diterima luas atau hanya menjadi salah satu eksperimen menarik dalam industri audio, kehadiran Optivox di Singapore Hi-End Asia International Audio Visual Show 2025 berhasil mencuri perhatian. Di tengah lautan produk yang berlomba menawarkan tenaga lebih besar, material lebih mewah, atau desain lebih eksotis, Optivox memilih mengajak kita melihat sesuatu yang sering terlupakan: perjalanan sinyal itu sendiri.
Dan mungkin, bagi para pencinta musik sejati, di situlah letak daya tariknya. Sebab pada akhirnya, pencarian seorang audiophile bukan sekadar mengejar suara yang lebih keras atau detail yang lebih tajam. Yang dicari adalah ilusi yang sempurna—perasaan seolah musisi hadir di depan mata. Jika seberkas cahaya yang melintas di dalam serat optik mampu membawa kita sedikit lebih dekat pada pengalaman itu, maka Optivox mungkin sedang membuka pintu menuju arah baru dalam dunia high-end audio.









