Room 2 Room: StereoNET Asia HiFi & AV Expo 2026:

Comment
X
Share
Share with your friends

Marina Bay Sands — Hobi stereo audio masih saja terasa geliatnya. Ini terasa ketika untuk kali pertama kalinya, media StereoNet terbilang sukses menggelar pameran  StereoNET Asia HiFi & AV Expo di Marina Bay Sands Expo & Convention Centre, 10–12 Juli 2026,

Dalam tiga hari, pameran ini mempertemukan berbagai merk audio high end dan hi-fi berkelas, sementara di sisi lain, ada gelaran portable audio, rekaman vinyl, gaming satu dua mobil di dalamnya serta satu ruang home cinema.

Berlokasi di Level 3 Marina Bay Sands, suasana pameran terasa seperti pertemuan dua dunia: ruang-ruang demo tertutup untuk sistem speaker bernilai puluhan hingga ratusan ribu dolar Singapura, dan zona meja terbuka yang mengundang pengunjung mencoba earphone, DAC, pemutar musik portabel, serta aksesori audio secara langsung.

Ada Mobilnya

StereoNET juga membawa audio ke luar ruang keluarga. Tiga produsen mobil listrik atau EV, yakni ZEEKR, AVATR, dan XPENG—mendapat area khusus di tengah arena pameran.  AVATR menonjol dengan AVATR 11 dan sistem Meridian, sedangkan XPENG menampilkan X9, MPV listrik dengan sistem HiFi kustom 27 speaker serta layar hiburan belakang 21,4 inci. Pendekatan ini menempatkan kabin mobil sebagai ruang hiburan yang semakin serius, terutama karena karakter kabin EV yang senyap.

Menurut catatan yang kami peroleh dari Eugene Ng dari StereoNET, ajang perdana tersebut berhasil mendatangkan 4900 pengunjung, melibatkan lebih dari 40 peserta pameran, lebih dari 160 merek internasional, serta lebih dari 50 perwakilan internasional. Angka itu menjadi penanda kuat bagi pameran baru yang sejak awal diposisikan StereoNET sebagai panggung regional. Pameran ini tidak berbayar, dan pengunjung hanya perlu mendaftarkan diri di pintu masuk,

Puas Menikmati Aneka Gaya

Mari kita menelusuri beberapa ruangan pameran.  Ada Atlas Sound & Vision yang bolehlah kita anggap menjadi salah satu jangkar: dua ruang KEF dengan satu sistem reference yang menggabungkan Accuphase, AudioQuest, MartinLogan, serta Silent Angel. Ada nama nama lain masing masing dengan membawa merk-merknya.

Ada lagi naman ama seperti Grimm Audio BV, Defini International, Ruark Audio, Kanto melalui JGS Global, ProAktiv International dengan beyerdynamic, Fostex, Reloop HiFi, dan MoFi Electronics, serta merek langsung seperti Fosi Audio.

Mari main ke beberapa ruangan.

Ong Radio International

Di ruang ini kita diajak bernostalgia dengan merk   Bowers & Wilkins dan McIntosh selain ada merk Unison Research, Stradius Cables, dan Zensati.  Tampil speaker yang juga dilaunching di pameran yakni B&W 801 D5.

ONG Radio melaunching speaker Bowers & Wilkins 801 D5. Speaker ini menggabungkan berbagai teknologi mutakhir seperti Diamond Dome Tweeter, Continuum Cone, Biomimetic Suspension, Aerofoil Bass Cone, dan kabinet Matrix™ yang telah disempurnakan untuk meminimalkan resonansi serta meningkatkan akurasi reproduksi suara.

AV One

Di room ini, kita diajak menikmati paduan Dynaudio, Eversolo, Hegel, IsoTek, Kimber Cable.. Ada speaker tower Dynaudio Confidence 60 – speaker floorstanding bass-reflex tiga arah (three-way) flagship yang dirancang untuk menghadirkan presisi audio terbaik. Dengan harga sekitar US$50.000 per pasang, speaker setinggi 1,68 meter (66,1 inci) ini dilengkapi tweeter Esotar 3 berdiameter 28 mm, sepasang driver midrange 15 cm, serta sepasang woofer 23 cm, yang semuanya dipasang pada baffle komposit canggih berteknologi DDC (Dynaudio Directivity Control).

Audio Maestro:

distributor high-end Audio Maestro (Singapura) menghadirkan demonstrasi ekosistem audio premium dari Audio Group Denmark, yang terdiri atas Aavik, Ansuz, Axxess, dan Børresen Acoustics, kemudian dipadukan dengan Audiovector serta DS Audio, menampilkan bagaimana sinergi komponen-komponen kelas referensi mampu menghasilkan performa audio yang luar biasa.

Audio Technica

Distributornya menurunkan sistem pegangannya di tiga ruangan dan memperkenalkan 3 model sistemnya, terdiri dari AT-MCD berupa cartridge moving-coil flagship terbarunya dan dikatakan menjadi produk analog paling bergengsi yang dibawa ke pameran dan ditujukan bagi penggemar vinyl kelas high-end. Lalu ATH-ADX7000, sebuah headphone open-air flagship generasi terbarunya dan Hotaru – sistem audio all-in-one premium yang menggabungkan turntable, amplifier, speaker, dan pencahayaan artistik dalam satu perangkat.

Audio-Technica tampil di ruang 3702 sekaligus Headzones H01–H02. Pengunjung diajak menikmati sajian musik dari turntable Audio Technica yang memakai  cartridge baru di  turntable AT-MCD1. Salah satu ruangan yang seringkali dipenuhi pengunjung—sebuah petunjuk bahwa minat terhadap audio analog tetap hidup berdampingan dengan tren portable audio.

Project Perfection

Distributor ini menampilkan merk Dita Audio, Final Audio, Grimm Audio. Dominannya adalah speaker Grimm. Di Room 3910, Grimm Audio menampilkan sistem referensi yang terdiri atas MU2 music player/DAC/preamplifier, PA1 monoblock amplifier terbaru, serta speaker aktif LS1c yang dipadukan dengan subwoofer SB1. Pengunjung juga mendapat kesempatan melihat prototipe speaker pasif terbaru Grimm Audio, yang untuk pertama kalinya dipamerkan di Asia setelah debutnya di HIGH END Vienna 2026.

Lenbrook Asia

NAD juga tampil, dan  berada di Room 3601B. Distributornya, Lenbrook Asia memilih untuk menggabungkan NAD, PSB, Bluesound, dan IsoAcoustics. Sistem utamanya terdiri atas integrated streaming amplifier NAD M33 V2 yang dipadukan dengan speaker bookshelf PSB Synchrony B600 serta sepasang subwoofer PSB BP8, memperlihatkan ekosistem BluOS dan teknologi Dirac Live dalam satu sistem terpadu.

Simplicity Control dengan M6 Gen II

Di Room 3601A, Simplicity Control menampilkan sistem high-end yang memadukan speaker Magico dengan elektronik digital dari EMM Labs dan Meitner Audio, serta turntable J.Sikora. Speaker ini menggunakan kabinet monocoque berbahan serat karbon (carbon fiber) berteknologi aerospace yang sangat kaku namun ringan, dipadukan dengan driver Nanographene dan tweeter berlapis berlian pada diafragma beryllium untuk menghasilkan distorsi serendah mungkin.

Turntable J.Sikora diklaim  menggunakan platter berbobot besar, bearing presisi tinggi, serta konstruksi berlapis dengan sistem isolasi yang dirancang untuk meminimalkan resonansi, sehingga pembacaan alur piringan hitam menjadi sangat akurat. Ini adalah turntable asal Polandia. Sang desainernya pun hadir di show ini.

EMM Labs punya teknologi DAC dan sistem clock miliknya yang dikembangkan sendiri, termasuk dukungan pemrosesan DSD native, dengan fokus meminimalkan jitter dan menjaga integritas sinyal digital agar sedekat mungkin dengan rekaman aslinya.

Atlas Sound & Vision

Distributor ini menampilkan speaker Martin Logan tipe Neolith – yang jadi salah satu sistem paling ambisius yang dipamerkan. Speaker elektrostatik flagship ini menarik perhatian karena memadukan panel elektrostatik berukuran penuh dengan woofer dinamis berdiameter besar dalam satu desain hybrid, sekaligus mengusung teknologi CLS (Curvilinear Line Source) yang telah menjadi ciri khas MartinLogan selama puluhan tahun.

Konstruksinya sangat kompleks. Panel elektrostatik melengkung dirancang untuk menghasilkan dispersi yang lebih merata, sementara kabinet woofer menggunakan struktur sangat kaku dengan sistem bass aktif bertenaga internal. Seluruh desainnya dikembangkan untuk mengurangi resonansi, meningkatkan efisiensi, dan menyatukan karakter antara panel elektrostatik dan driver bass sehingga bekerja sebagai satu sistem yang utuh

High End-nya Cina

Beberapa merk hifi audio asal Tiongkok juga hadir, dan disinilah Cina semakin percaya diri bersaing di segmen high-end. Beberapa merek yang mendapat perhatian antara lain:

  • Cayin, dengan amplifier tabung dan solid-state kelas premium.
  • HiFi Rose? (Korea, bukan Tiongkok) sering dipadukan dalam beberapa sistem sehingga menunjukkan kolaborasi lintas merek Asia.
  • Denafrips, yang menampilkan DAC R-2R berpresisi tinggi.
  • Silent Angel, dengan perangkat network audio dan switch khusus audiophile.
  • Matrix Audio, yang mendemonstrasikan streamer dan DAC kelas referensi.
  • Eversolo, yang menampilkan streamer generasi terbaru dengan antarmuka layar sentuh modern.

Di kategori speaker, merek asal Tiongkok juga semakin menonjol, termasuk Revival Audio (berbasis Prancis, diproduksi di Asia) dan beberapa speaker OEM premium yang digunakan dalam sistem demonstrasi distributor regional. Sementara itu, banyak amplifier dan sumber digital buatan Tiongkok tampil berdampingan dengan speaker-speaker Eropa dan Asia.

The Experts Group

Ini jadi salah satu room yang tak pernah sepi. Mungkin karena sebagian kecil produknya termasuk yang ramah kantung. Kami juga dengar bahwa room ini terbilang sukses menjual speaker speaker Bluetooth. The Experts Group menempati Room 3901A dengan menampilkan portofolio merek yang mereka distribusikan, bukan satu sistem ultra high-end tertentu. Merek-merek yang dipamerkan meliputi:

  • Monitor Audio (speaker)
  • PMC (speaker)
  • Cambridge Audio (streamer, amplifier, source)
  • Rotel (integrated amplifier dan power amplifier)
  • Roksan (elektronik hi-fi)
  • SVS (subwoofer dan speaker home theater)
  • BLOK (audio furniture/rack)
  • Van den Hul (kabel audio)

Audio Basic

Distributor Singapore ini memadukan speaker Vivid Audio dengan digital front end dari Soulnote. Di StereoNET Asia Hi-Fi & AV Expo 2026, Audio Basic menempati Room 3801A dengan mengusung sistem yang berfokus pada perpaduan teknologi Jepang, Eropa, dan Australia. Merek-merek yang ditampilkan meliputi Soulnote Audio, Vivid Audio, Aurender, Hana, EAhibrid, Esprit Audio, dan Plixir Power, menghadirkan demonstrasi sistem analog dan digital kelas high-end dalam satu ruang.

kolaborasi antara speaker Vivid Audio dengan elektronik Soulnote, didukung streamer Aurender, cartridge Hana, kabel Esprit Audio, serta catu daya Plixir Power. Kombinasi ini dipilih untuk menunjukkan bagaimana sinergi antarkomponen dapat menghasilkan sebuah sistem referensi yang mengedepankan engineering dan kualitas manufaktur dari masing-masing merek

Audio Exotics

Panggung atau room paling nyentrik ya dia ini. Tetapi sebagian menyebutnya sebagai pemain yang ekstrim dan paling spektakuler dengan sistem ultra high-end yang menggabungkan komponen-komponen dari berbagai merek. Distributor asal Singapura ini dikenal karena selalu menampilkan sistem tanpa kompromi, tetapi bagi kami kurang seberapa dapat membuat kagum, malah terpikir ingin segera pergi.

Saalah satu brandnya adalah Göbel High End dan ang tampil adalah model Divin Monarque yang tentu sebagai pusat perhatian di Room 3812. Speaker flagship terbaru asal Jerman ini merupakan penampilan perdana di Asia setelah world premiere-nya di HIGH END Vienna 2026, sekaligus menjadi pasangan utama bagi sistem ultra high-end yang dirancang Audio Exotics.

Headzones:

Ini sebutan untuk corner yang khusus tentang produk portable audio.  Ada nama distributor seperti Project Perfection yang memajang STAX SRS-X1000 dan SR-009D, DAC/headphone amplifier Lotoo Gungnir, serta final D8000 DC Pro Edition dan A10000 Collector’s Edition. Dia memamerkan kombinasi electrostatic headphone, planar magnetic, IEM flagship, dan desktop audio itu memungkinkan pengunjung membandingkan karakter teknologi secara langsung.

Zeppelin & Co. dan Jaben memperluas pilihan dengan portofolio personal audio yang padat. Merek yang terwakili di Headzones mencakup nama nama seperti Acoustune, ArtPical, Austrian Audio, BGVP, Cayin, Camerton, Decibelist, Enleum, ES Lab, Flipears, Focal, Grell, HEDD, HiBy, Hongshu Audio, iBasso, Innuos, Letshuoer, Mass-Kobo, Matrix Audio, Melodic Artification, Nur Headphones, Oriolus, QDC, Questyle, Shanling, SIVGA, Softears, STAX, Violectric, dan ZMF Headphones. Daftar resmi itu juga memperlihatkan kuatnya ekosistem headphone Asia, dari IEM hingga amplifikasi desktop.

 

Vinyl bukan nostalgia semata

Vinyl Record Fair menjadi simpul sosial lain di pameran. Cherry Lane Records, Intermix Records, MA Recordings, Red Point Record Warehouse, RetroCrates, Roxy Disc House, dan Simply Music menawarkan rilisan baru, bekas, CD, hingga koleksi yang diburu kolektor.

Kehadiran analog juga terasa di banyak ruang dengar. Audio-Technica menarik massa untuk demonstrasi cartridge-nya; sementara turntable dan vinyl dipakai sebagai sumber musik di sejumlah sistem demo. Di area perdagangan, JGS Global membawa Kanto dan menampilkan rencana turntable baru; Fosi Audio memamerkan produk populernya serta pemutar CD berukuran sangat ringkas. Ruark Audio, dengan desain kabinet berpanel kayu, dan speaker buatan lokal Decibelist memperkaya sisi lifestyle serta produk independen Singapura.

Game pun Ada

Demi menjaring keluarga atau mungkin demi mengisi room yang kosong, maka StereoNET pun menggelar juga didalam shownya ini dunia gaming. Auvindo tidak masuk, hanya melihat dari luar dan membidiknya. Ya, gaming di pameran ini diisi Aftershock PC dan Techyard untuk gaming/desktop,

Ajang Demo

Kerumunan di ruang demo berlangsung sepanjang tiga hari. Peserta pameran mengaku terkejut dengan jumlah pengunjung, sementara laporan di lapangan mencatat kehadiran perempuan, anak-anak, Gen Z, dan milenial dalam jumlah mencolok. Pameran ini tidak hanya dihuni penggemar perangkat mahal; banyak pengunjung datang untuk mencoba earphone, mencari vinyl, atau sekadar mendengarkan sistem yang biasanya hanya dapat ditemui di ruang dengar khusus.

Tantangan akustik tetap ada—ruang hotel atau konvensi tidak selalu ideal untuk loudspeaker besar. Namun, beberapa peserta menyiasatinya dengan serius. Audio Exotics, misalnya, menggunakan tirai dan reflektor untuk membentuk ruang dengar yang lebih terkendali. Di sisi lain, KEF Blade One Meta memperlihatkan keterbatasan ruang pamer bagi speaker raksasa, sekaligus mengingatkan bahwa pameran adalah tempat mencicipi karakter sistem, bukan pengganti audisi panjang di rumah atau showroom.

Pada akhirnya, StereoNET Asia HiFi & AV Expo 2026 berhasil mempertemukan budaya mendengar yang lama dan yang baru: vinyl dan streaming, speaker besar dan IEM, sistem stereo dan EV, audiophile senior dan generasi pendengar baru. Dengan 4.936 pengunjung pada edisi perdananya, Singapura kini memiliki alasan kuat untuk menjadi salah satu titik temu utama industri audio Asia Tenggara.

Beberapa Distributor Exhibitor 

  • Audio Basic: Hana, Mola Mola, Oyaide, Plixir, Primare, Soulnote, Vivid Audio, Aurender, dan aksesori audio.
  • Audio Exotics: Goebel High End, Robert Koda, Vertere Acoustics, Riviera Labs, Engström, JMF Audio, Pink Faun, dan Grand Prix Audio.
  • Simplicity Control: Magico, Meitner, EMM Labs, Critical Mass Systems, Dual, GAIT, hORNS, KECES Audio, Lu Kang Audio, Luxman, Mavis Lab, Soulution, Alsyvox, serta J.Sikora.
  • X Audio: Aurender, Mola Mola, Primare, Revival Audio, Vivid Audio, dan perangkat pendukungnya.
  • Harman International/Sound Gallery by IMS: JBL Summit Everest dan jajaran Harman lain; sedangkan The Experts Group menampilkan Cambridge Audio, Monitor Audio, Roksan, Rotel, SVS, dan Van den Hul.
  • Eighteen 77: Anthem, Atlas Cables, Canor, Cyrus Audio, DALI, Fyne Audio, Paradigm, REL Acoustics, serta subwoofer dan home-theatre terkait.
  • hifi.com.sg: Audio Note, Avantgarde Acoustic, Kora, Leben HiFi, Raidho, Shunyata Research, dan EMM Labs.
  • Audioline: TAD dan Audio-Technica; AV Intelligence: Estelon, MOON by Simaudio, SIM2, Stewart Filmscreen, VPI Industries, Warwick Acoustics, dan komponen AV lain.

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *