
Serial animasi Bluey berhasil menjadi fenomena global karena mampu menghadirkan kisah keluarga yang hangat, humor yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta nuansa khas Australia yang terasa nyata. Salah satu elemen penting di balik keberhasilannya adalah tata suara yang dirancang secara detail sehingga penonton seolah ikut merasakan kehidupan di lingkungan tempat para tokohnya tinggal.
Tokoh penting di balik penciptaan suasana tersebut adalah Dan Brumm, seorang sound designer yang memanfaatkan berbagai suara alami Australia, mulai dari kicauan lorikeet, kakatua, hingga kookaburra. Baginya, suara-suara yang akrab bagi masyarakat Australia itu menjadi cara untuk memperkenalkan identitas lokal kepada penonton di seluruh dunia.

Menariknya, perjalanan Brumm di dunia audio tidak dimulai melalui jalur yang direncanakan. Saat bekerja di studio pascaproduksi, ia secara tak terduga diminta mengisi suara sebuah iklan. Gaya bicaranya yang terdengar santai dan natural justru sesuai dengan tren industri periklanan yang mulai meninggalkan gaya penyampaian yang terlalu formal dan dibuat-buat.
Dalam produksi Bluey, Brumm berupaya menghindari efek kartun yang berlebihan. Ia memilih merekam suara asli dari lingkungan nyata untuk menciptakan pengalaman yang lebih autentik. Demi mendapatkan hasil yang tepat, ia bahkan turun langsung ke taman bermain, sungai, hingga berbagai lokasi sehari-hari untuk menangkap suara yang sesuai dengan adegan yang ditampilkan.
Selama hampir satu dekade produksi Bluey, pendekatan berbasis suara nyata tersebut membantu membangun dunia animasi yang terasa hidup dan dekat dengan penonton. Kombinasi kreativitas, ketelitian, dan dedikasi dalam merekam detail-detail kecil membuktikan bahwa kualitas suara memiliki peran besar dalam menciptakan pengalaman menonton yang berkesan.
