Jaya Lexcron Indonesia (JLI) yang bermain khusus di layar home cinema, kembali akan tampil di arena Jakarta International Audio Video Show (JIAVS) 2026 yang berlangsung dari tanggal 5-7 Nopember 2026 di Fairmont Jakarta. Apa istimewanya layar ini?

Tanggal 9 Oktober 2026 ,Auvindo berkunjung ke kantor JLI dan melihat beberapa layar di tempat ini. Salah satunya adalah hardpanel screen 120 inci yang dipadukan dengan proyektor ultra short throw (UST). Konfigurasi ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan layar besar tanpa menempatkan proyektor jauh dari layar.
JLI juga akan memperkenalkan layar berteknologi Lenticular Optic berukuran hingga 150 inci. Menurut Dominggo, layar ini dirancang untuk digunakan bersama proyektor long throw. Permukaannya berwarna putih dan diklaim dapat mengurangi atau menahan sebagian cahaya hingga sekitar 20 persen. Kami jadi tertarik membahas apa teknologi layar ini.
Mengenal Layar Lenticular Optic
Fresnel vs Lenticular Optic
Ya, ada teknologi lain yang ada sebelumnya yakni Fresnel. Apa plus minusnya dengan Lenticular Optic ini?
Layar Lenticular (sering disebut layar “black grid” di beberapa pasar) merupakan jenis layar ALR (Ambient Light Rejecting) yang paling umum dipasarkan. Namun, layar ini dirancang untuk fungsi yang sangat spesifik. Jika permukaan layar Lenticular dilihat menggunakan mikroskop, permukaannya ternyata tidak rata. Permukaan tersebut terdiri atas ribuan tonjolan horizontal kecil berbentuk seperti gigi gergaji. Bayangkan susunan bilah tirai Venesia (Venetian blinds) dalam ukuran mikroskopis.
* Sisi atas (hitam): Bagian atas setiap tonjolan dilapisi bahan hitam yang menyerap cahaya. Lapisan ini menghalangi cahaya yang datang dari lampu di langit-langit.
* Sisi bawah (putih/reflektif): Bagian bawah setiap tonjolan berwarna putih dan bersifat reflektif.
Struktur ini dirancang khusus untuk proyektor Ultra Short Throw (UST), yaitu jenis proyektor yang ditempatkan hanya beberapa sentimeter dari dinding, biasanya di atas meja atau rak TV.

Karena proyektor UST memancarkan cahaya ke arah atas dari posisi rendah, cahaya tersebut mengenai sisi bawah tonjolan berbentuk gigi gergaji yang berwarna putih, kemudian dipantulkan menuju mata penonton. Sementara itu, sisi atas yang berwarna hitam menyerap cahaya dari lampu langit-langit. Layar Lenticular bekerja seperti sebuah “filter”: menerima cahaya dari bawah dan menghalangi cahaya yang datang dari atas.
Layar Fresnel dinamai berdasarkan Augustin-Jean Fresnel, fisikawan yang merancang lensa untuk mercusuar. Jika diamati dengan saksama—atau permukaannya disentuh perlahan menggunakan kuku—layar Fresnel akan memperlihatkan tekstur berupa lingkaran-lingkaran konsentris berbentuk setengah lingkaran yang menyebar dari bagian tengah.

Bayangkan sebuah kaca pembesar raksasa yang diratakan menjadi lembaran tipis. Pada dasarnya, seperti itulah cara kerja layar Fresnel. Berbeda dengan struktur menyerupai “tirai” pada layar Lenticular, struktur Fresnel bekerja seperti sebuah lensa. Layar ini tidak sekadar memantulkan cahaya, tetapi juga secara aktif memusatkan dan mengarahkannya.
Ada beberapa hal menarik terkait Fresnel ini, yakni sebagai berikut:
*Pemusatan cahaya (Light Focusing): Layar menangkap cahaya yang datang dari arah depan, yaitu dari proyektor, kemudian mengarahkannya kembali menuju penonton yang duduk di sofa. Dengan demikian, cahaya tidak dibiarkan menyebar ke langit-langit atau lantai.
*Gainnya tinggi (High Gain): ini karena memusatkan cahaya, layar Fresnel secara efektif meningkatkan kecerahan gambar yang terlihat. Sebagian besar layar Fresnel memiliki nilai gain sekitar 1,0 hingga 1,3, sehingga gambar dapat terlihat lebih terang dibandingkan ketika diproyeksikan pada dinding putih standar.
*Penolakan cahaya tiga arah (3D Rejection): Struktur setengah lingkarannya membantu menghalangi cahaya lingkungan yang datang dari arah atas serta kedua sisi, kiri dan kanan.
*Layar Fresnel bekerja seperti sebuah “lensa”: menangkap cahaya dari proyektor, kemudian memusatkan dan mengarahkannya kembali kepada penonton dengan intensitas yang optima
Dibandingkan Layar Putih Matte
Layar Lenticular Optic menggunakan struktur permukaan mikro berbentuk lensa-lensa kecil yang tersusun secara terarah. Struktur ini dirancang untuk mengatur distribusi cahaya pantulan dari proyektor agar lebih banyak diarahkan ke area penonton, sekaligus membantu mengurangi pengaruh cahaya dari lingkungan.
Berbeda dari layar putih matte konvensional yang cenderung menyebarkan cahaya ke berbagai arah, permukaan lenticular memiliki karakter pantulan yang lebih terkontrol. Karena itu, layar ini dapat membantu mempertahankan kontras gambar ketika ruangan tidak sepenuhnya gelap. Namun, performanya sangat bergantung pada posisi proyektor, sudut pandang penonton, tingkat gain, serta kondisi pencahayaan ruangan.
Layar Lenticular Optic umumnya lebih sesuai untuk proyektor long throw karena arah datang cahaya dari proyektor berada di depan penonton dan memiliki sudut pantulan yang berbeda dari proyektor ultra short throw (UST). Penggunaan pada sistem UST perlu memperhatikan desain optik layar secara khusus, sebab proyektor ditempatkan sangat dekat dengan permukaan layar dan memancarkan cahaya dari sudut bawah.
Dalam praktiknya, layar lenticular bukan berarti dapat menghilangkan seluruh cahaya lingkungan. Kemampuan menahan atau mengurangi cahaya perlu dipahami berdasarkan arah datang cahaya, jenis sumber cahaya, serta metode pengujian yang digunakan. Klaim pengurangan cahaya sekitar 20 persen yang disampaikan JLI masih memerlukan penjelasan teknis lebih lanjut, termasuk apakah angka tersebut merujuk pada pengurangan pantulan cahaya lingkungan, peningkatan kontras, atau parameter optik lainnya.
Perbedaan Teknologi Layar
Penempatan beberapa jenis layar dalam satu ruangan memungkinkan pengunjung membandingkan karakter masing-masing teknologi. Hasil proyeksi dipengaruhi oleh ukuran layar, jenis proyektor, kondisi pencahayaan, dan jarak pemasangan.
Layar untuk proyektor UST perlu mempertimbangkan arah cahaya dari proyektor yang ditempatkan dekat layar. Proyektor long throw memiliki sudut datang cahaya berbeda sehingga memerlukan permukaan layar yang sesuai.
Layar hardpanel biasanya menawarkan permukaan yang lebih rata dan stabil dibandingkan layar berbahan fleksibel. Karakter ini penting untuk proyeksi beresolusi tinggi karena gelombang atau ketidakrataan permukaan dapat mengganggu keseragaman gambar. Sementara itu, layar dengan material optik seperti Lenticular Optic lebih menitikberatkan pada pengaturan arah pantulan cahaya dan pengendalian pengaruh cahaya lingkungan.
Karena itu, pemilihan layar tidak hanya bergantung pada ukuran atau harga. Karakteristik optiknya turut menentukan pantulan cahaya menuju penonton serta pengaruh cahaya lingkungan terhadap kontras gambar. Pengguna juga perlu mempertimbangkan lebar ruang, jarak duduk, posisi pemasangan proyektor, sudut pandang, serta kebiasaan menonton.
Untuk ruangan yang dapat dibuat gelap sepenuhnya, layar putih matte dengan distribusi cahaya yang luas masih dapat menjadi pilihan yang fleksibel. Sebaliknya, pada ruangan dengan cahaya ambient yang sulit dikendalikan, layar dengan struktur optik terarah dapat dipertimbangkan, selama posisi penonton dan proyektor sesuai dengan karakter layar tersebut.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih
Sebelum membeli layar Lenticular Optic atau jenis layar lainnya, calon pengguna sebaiknya meminta informasi mengenai gain, half-gain angle, sudut pandang efektif, kompatibilitas dengan tipe proyektor, serta rekomendasi jarak pemasangan. Data tersebut membantu menentukan apakah layar akan memberikan hasil optimal dalam kondisi ruangan tertentu.
Pengguna juga sebaiknya melakukan pengujian langsung. Perbedaan layar dapat terlihat pada tingkat hitam, kontras, keseragaman warna, detail bayangan, hotspot, dan perubahan kecerahan ketika penonton berpindah posisi. Pengujian langsung menjadi semakin penting untuk layar berkarakter optik karena hasilnya dapat berbeda antara posisi tengah dan sisi ruangan.
Selain itu, spesifikasi layar perlu dibandingkan dengan kemampuan proyektor. Layar berukuran besar membutuhkan proyektor dengan tingkat kecerahan yang memadai, terutama jika digunakan di ruangan yang masih menerima cahaya dari luar. Namun, kecerahan tinggi saja tidak menjamin gambar terlihat baik apabila permukaan layar, sudut proyeksi, dan kondisi ruangan tidak sesuai.
Hadir di JIAVS 2026
Auvindo sebagai salah satu media partner JIAVS 2026, ingin mengajak teman teman hadir di pameran ini dan salah satu kenikmatannya adalah kita bisa menikmati langsung demonstrasi di room 1606 ini. Disini anda sebagai pengunjung akan diajak memahami perbedaan antara hardpanel screen, layar konvensional, dan layar Lenticular Optic dalam kondisi penggunaan yang lebih nyata.

Registrasi : https://jiavs.iheac.id/#register-form
Pengunjung yang tertarik dengan layar Lenticular Optic dapat memanfaatkan pameran untuk menanyakan spesifikasi teknis, rekomendasi jenis proyektor, batasan sudut pandang, tingkat gain, serta metode pengukuran kemampuan layar dalam mengurangi pengaruh cahaya lingkungan.
JIAVS 2026 berlangsung pada 5–7 November 2026 di Fairmont Jakarta. Informasi mengenai produk dan konfigurasi yang ditampilkan dapat diperoleh dari tim JLI selama pameran.
Informasi Jaya Lexcron Indonesia & JIAVS 2026: 0818 699 474