Jadi Kepo di Audio Mobil EV

Comment
X
Share
Share with your friends

Tanggal 23 Juli 2026 lalu, kami jadi mahluk kepo, setelah merasa ingin mengetahui apa saja alat yang digunakan di mobil Jaecoo-nya teman saat bersamanya ditengah kemacetan di kawasan Sunter, Jakarta. Kami pun menepi dan keluar mobil menuju belakangnya. Di area bagasi, terlihatlah serangkaian sistem audio (foto atas. Wah, biasa lihatnya stereo rumah, kali ini disuguhi tim penghibur khususnya saat macet seperti ini. Jadi kepo, mengapa harus sebanyak ini? Apa yang ingin dikejar sebetulnya? Bagaimana alurnya? Apa peran masing-masing? Ah banyak juga kepo-nya ya.  Jadi ingin tahu, khususnya dari tanya tanya sana sini dan mencari dari beberapa sumber. Cari tahu sajalah, Apalagi ini mobil EV yang baru kali ini kami temui audionya.

Tim Orkstrasinya

Saat kap mobil dibuka, terlihatlah bagaimana sistemnya  tidak hanya mengandalkan perangkat utama seperti DSP atau power amplifier tetapi juga banyak pendukungnya.  Ada DC Filter, DC Harmonizer, grounding khusus, passive filter (merk Heaven Voice), streamer (merk Silent Angel), DAC eksternal hingga fuse. Seluruhnya bekerja layaknya satu rantai yang saling mempengaruhi dan tentu tidak main-main, termasuk fuse yang kata teman saya sudah terjual di banyak negara di Eropa dan Amerika. Oh ya, teman saya ini authorized distributor untuk banyak alat alat diatas.

Mari lihat secara umum skema koneksi yang  bisa digambarkan  dengan berbagai alat diatas.

Melihat skema di atas, sempat membayangkan sebuah orkestra dimana listrik adalah panggungnya, streamer adalah pembawa partitur, DSP adalah dirigen, DAC adalah penerjemah not menjadi permainan musik, amplifier adalah tenaga para pemain, speaker adalah instrumennya, sementara filter dan grounding menjaga agar seluruh pertunjukan berlangsung tanpa gangguan. Nah, perlu dukungan semuanya alat alat ini tentu ya.

Pertama, Mari lihat kelistrikan

Berbeda dengan mobil bermesin konvensional, mobil listrik memiliki banyak perangkat elektronik berdaya tinggi yang dapat menghasilkan gangguan (noise) pada jalur kelistrikan. Karena itu, perjalanan sinyal audio dimulai dari pengelolaan listrik.

Seluruh suplai listrik terlebih dahulu masuk ke sebuah DC Filter. Tugasnya menyaring noise frekuensi tinggi, ripple, serta gangguan listrik lain sebelum daya tersebut didistribusikan ke streamer, DSP, DAC maupun amplifier. Dengan pasokan listrik yang lebih bersih, seluruh perangkat dapat bekerja lebih stabil sehingga detail musik lebih mudah muncul dan latar belakang suara terasa lebih senyap.

Passive Filter  Penghalus Jalur Sinyal

Setelah urusan kelistrikan, terdapat perangkat yang cukup menarik perhatian, yaitu passive filter Heaven Voice yang kata teman saya ini harganya sekitar Rp.30 juta sepasang.

Perangkat pasif seperti ini umumnya tidak memperkuat sinyal maupun melakukan pemrosesan digital. Ia bekerja menggunakan kombinasi komponen pasif seperti induktor, kapasitor, dan resistor yang dirancang untuk mengendalikan karakter aliran sinyal atau mengurangi gangguan tertentu.

Dalam sistem ini, Heaven Voice kemudian dipadukan dengan sebuah DC Harmonizer. “Nah kombinasi keduanya ini bikin suara terdengar lebih ‘ngembang’, ruang musik terasa lebih besar, serta kontrol frekuensi rendah menjadi lebih baik” kata teman. Ya memang,  walaupun efek perangkat seperti ini sering menjadi bahan diskusi di kalangan audiophile, tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan kerja yang lebih tenang bagi seluruh sistem audio.

Streamer, Gerbang Masuk Musik Digital

Nah disini kita bicara tentang sumber music yang tentu berasal dari sebuah streamer Silent Angel di mobil ini. Masukannya tentu bisa dari mana mana, termasuk dari smartphone. Fungsi streamer pada intinya adalah mengambil file musik dari media penyimpanan atau jaringan, kemudian mengirimkan data digital berkualitas tinggi menuju tahap berikutnya. Dibandingkan menggunakan ponsel secara langsung, streamer dirancang agar menghasilkan clock yang lebih presisi, mengurangi jitter, dan menyediakan keluaran digital yang lebih stabil.

Di atas streamer tersebut juga dipasang perangkat grounding tambahan. Grounding seperti ini dipercaya sebagian penggemar audio mampu membantu membuang noise yang mengalir pada ground sehingga latar belakang suara terasa lebih bersih dan fokus instrumen menjadi lebih jelas.

Mari Bicara Otaknya Sistem

Perangkat berikutnya adalah DSP (Digital Signal Processor), yang bisa dikatakan sebagai pusat kendali sistem audio. Di sinilah berbagai proses dilakukan, mulai dari mengatur crossover setiap speaker, mengatur time alignment agar suara dari seluruh speaker tiba bersamaan di posisi pendengar, melakukan equalizer, mengatur level masing-masing kanal, hingga koreksi respon frekuensi.

Tanpa DSP, sistem audio mobil modern akan sangat sulit menghasilkan panggung suara yang presisi karena posisi duduk pengemudi dan penumpang tidak simetris terhadap seluruh speaker.

Mengubah Data Digital Menjadi Musik

Untuk fungsi ini, ini pekerjannya DAC  yang di mobil Jaecoo ini diletakkan disampingnya DSP.  (Digital to Analog Converter) tentu tak kalah penting perannya karena disinilah seluruh musik digital (harus) diubah menjadi sinyal analog sebelum dapat diperkuat oleh amplifier.

Kualitas DAC akan memengaruhi kejernihan detail, dinamika, tekstur instrumen, serta karakter tonal yang akhirnya didengar melalui speaker. Menariknya, DAC ini juga diberi perangkat grounding tambahan. Tujuannya sama, yaitu menjaga lingkungan kerja DAC agar tetap minim gangguan listrik sehingga proses konversi digital-ke-analog berlangsung sebersih mungkin.

Power Amp plus Dua Subwoofer

Bagaimana peran keduanya? Mari lihat perjalanan sinyal. Setelah  menjadi analog, sinyal diteruskan menuju power amplifier khusus subwoofer. Disinilah power amplifier harus siap  memperbesar sinyal audio sehingga memiliki tenaga cukup untuk menggerakkan speaker.

Penggunaan dua subwoofer umumnya bukan sekadar mengejar bass yang lebih keras, tetapi juga membantu menghasilkan distribusi frekuensi rendah yang lebih merata di dalam kabin, mengurangi titik bass berlebih maupun bass yang hilang akibat resonansi ruang.

Pada sistem ini digunakan dua buah subwoofer dengan masing-masing boks memiliki bobot sekitar 22 kilogram. Memang, dengan volume kabinet yang besar dan konstruksi yang kokoh, resonansi boks juga dapat ditekan sehingga karakter bass menjadi lebih bersih dan terkontrol.

Fuse: Kecil Kecil Cabe Rawit

Ini memang bagian terkecil, tetapi perannya sangat penting termasuk di mobil. Jika di lomba atau kontes audio, fuse mengalami masalah, ambyarlah sistemnya.

Fungsi utamanya memang sebagai pengaman ketika terjadi arus berlebih atau korsleting. Namun di kalangan audio mobil premium, banyak produsen juga mengembangkan fuse dengan material konduktor, konstruksi, dan kualitas kontak yang lebih baik. Selain menjaga keamanan sistem, sebagian pengguna meyakini fuse seperti ini dapat membantu menjaga kestabilan aliran arus menuju perangkat audio.

Berikut gambaran skema yang lebih luas lagi terkait koneksi sistem di audionya mobil listrik:

Bersatu Kita Teguh

Melihat keseluruhan rangkaian tersebut, terlihat bahwa sistem audio modern tidak lagi hanya berbicara soal memilih speaker atau amplifier terbaik. Kualitas hasil akhir justru ditentukan oleh bagaimana setiap tahapan bekerja bersama.

Dimulai dari pasokan listrik yang bersih melalui DC Filter, dilanjutkan dengan pengelolaan sinyal menggunakan Heaven Voice dan DC Harmonizer, sumber musik digital dari Silent Angel, pemrosesan oleh DSP, konversi melalui DAC, penguatan tenaga oleh amplifier, reproduksi frekuensi rendah melalui dua subwoofer, hingga perlindungan sistem menggunakan fuse, semuanya membentuk sebuah ekosistem audio yang saling mendukung.

Review Suaranya

Beberapa lagu sempat kami coba seperti Queen Mary, dan beberapa track dari Tidal yang memperlihatkan dimensi, dan mengekspose bass serta vokal.  Khusus bagian ini, akan kami buatkan tinjauan kami kemudian…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *