
Dengar kata ‘KamoGa’? siapa pernah dengar kata yang lalu dijadikan merk ini? Kami saja baru dengar saat jelang pameran JIAVS 2025 lalu di Fairmnt Jakarta. Mungkin sama seperti anda. Tetapi siapa sangka dia ini terpasang di sebuah tempat bergengsi di Singapore. Ini adalah audio all-in-one dengan konfigurasi surround 7.1 yang sering dipakai untuk karaoke, home theatre, game, dan hiburan multimedia
Speaker ini masuk dapur redaksi. Dan memang kami kebetulan sempat main ke kantornya Music Box, tempat dimana Fadjar berkantor, dan mendistribusikan speaker ini. Fadjar sempat bercerita, baru saja pasang di suatu tempat a, b , c dan lain lain. Rumah pribadi, tempat karaoke, lounge, café .
Speakernya mini, mungkin ukuran setelapak tangan. Ukuran seperti ini mengingatkan kita akan speaker speaker Bose yang dulu dengan ukuran sekecil ini bisa tampil ganas, bersuara di atas ukuran tubuhnya. Lalu ada lagi yang seperti meniru model Bose ini yang dibuat oleh Ricky di kawasan Tomang, Ry Design (nama ini lama tidak kami cium lagi entah dimana), tetapi sempat menyemarakkan pasar di sekitar tahun 2017-an

Ide membuat speaker seperti ini memang brilian ditengah kebanyakan orang yang haus akan hiburan theatre dalam rumah dengan suara yang mampu menyelimuti mereka tidak saja dengan suara yang mengeliling tetapi juga ada dimana mana, bahkan diatasnya., dan deru bass di bawahnya. Sayangnya, jatah ruangan untuk memasang ini di rumah bisa saja sangat terbatas. Bukan itu saja, ruangan yang terbatas itu pun sudah penuh dengan barang. Bila diletakkan, bisa jadi susah untuk mendapatkan efek suara yang maksimal, apalagi bila secara dipandang mata dan difoto. Instalasinya pun cukup ribet, termasuk bila memakai speaker ukuran bookshelf, dengan stand speaker yang tentu juga perlu space.
KamoGa bisa dipasang di tripod atau bracket kecil untuk ditempel di tembok. Suaranya disetting melalui software khusus untuk mengatur dan menyimpan di memori input dan outputnya, baik untuk theatre maupun karaoke(suara karaoke bisa stereo atau pola multichannel). Kami akan memasangnya di tembok dan di Minggu depan sudah bisa dinikmati. Teman yang mau join dengar-bernyanyi, mari hadir ke kawasan kota wisata Cibubur.
Inilah solusi yang ingin diberikan oleh KamoGa. Tinggal, bagaimana suaranya? Bagaimana bandel (ketahanan) main produknya? Seberapa bonafide merk ini dan produsennya?Dan bagaimana kualitas dukungan after sales servicenya? Maklum sajalah pertanyaan ini mampir, jika memang ini produk baru kita dengar. Apalagi kalau kita dengar asalnya, Cina. Sebagian jelas mempertanyakan.
Auvindo tertarik KamoGa saat dia tampil di pamerannya IHEAC, JIAVS 2025 – Nopember 2025 lalu di Fairmont Jakarta. Dengan speaker kecil ini, didemokan home theatre, dia bersuara garang, galak tanpa terasa nyelekit/harsh di telinga. Sayang, dengarnya kemudian kurang leluasa karena banyak pengunjung datang. Penasaran, kami jumpai kantornya. Didemokan, ya tertarik. Apalagi dengan ini kitab isa berkaraoke, dan tentu gaming(yang ini baru kata Fajar). Ya kami bernyanyi, dan di mode stereonya, untuk karaoke, vocal tampil bersih dan bertenaga, dengan bass yang bersih, bulat. Penasaran, kami ingin meminjamnya dan akan mengisi hari hari kami di ruang dengar redaksi.

Oke, ini adalah system home theatre yang terdiri dari ampli dan speaker serta subwoofer. Bobot keseluruhannya dalam satu kemasan sekitar 24 kilogram, sedangkan speaker kecil (satelit) ini beratnya 0.5 kilogram serta subwoofer dengan 10 inch sekitar 12.5 kilogram.
Kami ingin memasangnya dengan memakai bracket yang merupakan fasilitas opsional dan disediakan KamoGa. Sistemnya memang 7.1 channel tetapi kami ingin coba pasang 5.1 channel untuk kami gunakan menonton atau berkaraoke.
Sampai disini dahulu, nanti kita lanjutkan saat pemasangan dan percobaan pertama

