
80 Juta Rupiah untuk speaker diatas. Bagi anda tinggi? Yang lain bilang, layak.
Tanyakan mengapa.
Ini adalah Bang & Olufsen Beosound 2 Generation 3. System speaker dengan koneksi Wifi dan Bluetooth, suara yang rata menyebar 360 derajat. Sensor built in, kontrol aplikasi, juga koneksi Airplay2 dan Chromecast built in. Speaker ini Auvindo jumpai di galeri Musique, Plaza Indonesia lantai 3.
Kembali ke pertanyaan awal, mengapa harganya terasa tinggi? Patut ditengarai ini merupakan kombinasi dari berbagai hal. Kita merasa ingin membeli, karena ingin memiliki signature sound-nya,
Membeli juga aroma lifestylenya.
Aroma yang tersematkan di brand, desain premium, materialnya, pengalaman pengguna.
Membeli risetnya,
Beli nilai prestise
Nilai yang tidak sekadar fungsi dasar sebuah speaker Bluetooth.
Sisanya, tentu cuannya.
Cara yang sama bila kita menatapi sebuah speaker high end audio. Yang dibeli tentu pengalaman mendengar yang mendekati musik aslinya. Produknya tidak dibuat massal bahkan diproduksi setelah ada pesanan. Jadi dibuatnya sangat ketat dan mengedepankan presisi suara. Komponen di dalamnya menggunakan material pilihan, toleransi produksi sangat ketat, dan desain sirkuit yang sering dikerjakan secara manual untuk meminimalkan distorsi. Selain itu, biaya riset, pengembangan, tuning suara, serta produksi skala kecil membuat harga per unit jauh lebih tinggi dibanding produk massal. Ditambah lagi, nilai merek, warisan, eksklusivitas, dan kepuasan emosional turut menjadi bagian dari harga yang dibayar.
Apapun diupayakan demi menghadirkan sang artis bermain di depan kita. Tentu saja butuh telinga dari mereka yang benar benar menyukai musik dan mengapresiasinya.
