(Ecoute menggabungkan teknologi hi-fi kelas atas ke dalam headphone Bluetooth, menghadirkan kualitas suara yang biasanya hanya ada di sistem audio premium. Tetapi mengapa ada kritikan?

Dunia audio kembali dibuat ramai dengan inovasi unik dari perusahaan pendatang baru, Écoute Audio. Mereka memperkenalkan headphone wireless bernama Écoute TH1 yang diklaim sebagai yang pertama di dunia dengan kombinasi DAC (Digital-to-Analog Converter), preamp berbasis tabung vakum, dan penguat dual-mono di dalam satu perangkat portabel.
Biasanya, teknologi seperti ini hanya ditemukan pada sistem hi-fi rumahan kelas atas, bukan pada headphone Bluetooth yang praktis. Namun, Écoute mencoba mengubah paradigma tersebut dengan menghadirkan pengalaman audio yang lebih mendalam langsung ke telinga pengguna, tanpa perlu perangkat tambahan.
Pendekatan berbeda
Kebanyakan headphone wireless modern mengandalkan chip terpadu atau System on a Chip (SoC) dari perusahaan seperti Qualcomm. Teknologi ini memang efisien dan hemat daya, tetapi dirancang untuk berbagai fungsi seperti smartphone, sehingga tidak sepenuhnya dioptimalkan untuk kualitas suara terbaik.
Berbeda dengan itu, Écoute TH1 menggunakan komponen elektronik diskrit, di mana setiap bagian dirancang secara khusus untuk memaksimalkan performa audio. Pendekatan ini memungkinkan jalur sinyal dual-mono sejati, artinya kanal kiri dan kanan diproses secara terpisah untuk menghasilkan suara yang lebih akurat dan detail.
Teknologi tabung
Salah satu fitur paling menarik dari TH1 adalah penggunaan tabung vakum mini bernama Nutube 6P1. Komponen ini berfungsi sebagai preamp stereo yang membentuk karakter suara sebelum diteruskan ke penguat analog.
Tabung ini dikembangkan di Jepang oleh Korg dan Noritake Itron. Keunggulannya adalah ukuran yang sangat kecil, konsumsi daya rendah, serta tidak menghasilkan panas berlebih seperti tabung vakum tradisional.
Menariknya, pengguna bahkan bisa melihat tabung ini menyala dengan cahaya biru kehijauan melalui jendela kecil di earcup kiri, memberikan kesan premium sekaligus futuristik.
Kualitas suara
Tabung vakum dikenal mampu menghasilkan karakter suara yang lebih hangat, natural, dan kaya harmonik dibandingkan transistor biasa. Pada TH1, preamp berbasis tabung ini memberikan peningkatan pada dimensi suara dan kedalaman musikalitas.
Selain itu, sistem ini juga menambah gain tegangan tanpa mencampur sinyal antara kanal kiri dan kanan. Hasilnya adalah minimnya crosstalk (kebocoran antar kanal), serta imaging yang lebih presisi, sehingga posisi instrumen dalam musik terasa lebih nyata.
Didukung oleh penguat analog Class A/B
Setelah diproses oleh preamp tabung, sinyal audio kemudian diteruskan ke penguat analog Class A/B. Kombinasi ini menghadirkan keseimbangan antara efisiensi dan kualitas suara, dengan detail yang tetap terjaga tanpa mengorbankan tenaga output.
Dengan konfigurasi dual-mono, masing-masing kanal memiliki jalur penguatan sendiri. Hal ini jarang ditemukan pada headphone wireless dan biasanya hanya ada di perangkat hi-fi kelas atas.
Membawa pengalaman hi-fi ke era wireless
Sebelumnya, menikmati karakter suara tabung vakum pada headphone hanya bisa dilakukan dengan menghubungkannya ke amplifier eksternal, baik desktop maupun portable. Namun, Écoute TH1 menghadirkan semua itu dalam satu perangkat wireless.
Jika klaimnya terbukti, TH1 bisa menjadi terobosan besar di dunia audio personal, terutama bagi para audiophile yang menginginkan kualitas suara terbaik tanpa ribet dengan banyak perangkat tambahan.Dengan pendekatan ini, Écoute tidak hanya membuat headphone, tetapi mencoba menghadirkan sistem hi-fi lengkap dalam bentuk yang lebih praktis dan modern.
Dari Reviewer
Sejumlah reviewer awal menilai Écoute TH1 dari Écoute Audio sebagai inovasi berani yang berhasil membawa nuansa sistem hi-fi ke dalam headphone wireless. Mereka memuji karakter suara yang dihasilkan tabung Nutube 6P1 karena terasa lebih hangat, natural, dan memiliki kedalaman yang jarang ditemukan di headphone Bluetooth.
Beberapa reviewer juga menyoroti imaging dan separasi kanal yang sangat rapi berkat desain dual-mono, membuat posisi instrumen terdengar lebih presisi. Namun, ada juga yang mengkritik bahwa pendekatan komponen diskrit membuat desain menjadi lebih kompleks dan kemungkinan berdampak pada harga yang tinggi.
Dibandingkan solusi berbasis chip dari Qualcomm, TH1 dianggap kurang efisien, tetapi unggul jauh dalam kualitas audio murni.
Secara keseluruhan, reviewer sepakat bahwa TH1 lebih cocok untuk audiophile yang mengejar kualitas suara terbaik daripada pengguna kasual yang mengutamakan kepraktisan.
–
Video Review :
(pendapat review ini:jika kita membeli headphone ini, alasannya murni karena kualitas suaranya—dan hanya itu.Earpad berbahan kain? Tidak menarik. Fitur ANC yang kurang efektif? Juga tidak. Dari segi tampilan? Tidak juga. Saya biasanya menggunakan headphone Bluetooth untuk bepergian, jadi model ini tidak sesuai dengan kebutuhan saya. Minggu depan saya akan ke New York, dan saya tahu ada toko di sana tempat saya bisa mencobanya. Saya tetap ingin mencobanya karena kualitas suara dan klaim “bass terbaik di headphone Bluetooth”, tetapi sepertinya saya tidak akan membelinya karena terlalu banyak kekurangan untuk penggunaan saya.Untuk penggunaan di rumah, dalam suasana tenang sambil duduk santai, saya sudah memiliki headphone kabel yang bagus).