
Sebuah streamer bisa berperan ganda sebagai digital hub, yaitu pusat kendali digital dalam sebuah sistem audio modern. Digital hub dapat diartikan sebagai satu perangkat yang menjadi titik temu berbagai sumber suara—baik dari internet, perangkat digital, maupun perangkat analog—lalu mengelolanya sebelum diteruskan ke amplifier atau speaker. Dengan konsep ini, sistem audio menjadi lebih ringkas, rapi, dan mudah dioperasikan, tanpa harus banyak alat dan kabel terpisah.
Sebagai digital hub, streamer ini mampu menerima berbagai sumber audio dalam satu perangkat. Musik bisa datang dari layanan streaming, file musik lokal, TV, turntable, hingga smartphone melalui Bluetooth. Semua sumber ini dapat dipilih dan dikendalikan dari satu aplikasi, sehingga pengguna tidak perlu lagi berpindah-pindah input secara manual. Inilah yang membuat pengalaman mendengarkan musik menjadi lebih praktis dan nyaman.
Peran penting lain dari streamer adalah sebagai pengolah sinyal digital. Di dalamnya terdapat DAC dan sistem pengaturan volume digital yang bekerja presisi, menjaga kualitas suara tetap bersih dan detail. Streamer juga membantu menyelaraskan berbagai format audio, sehingga sumber yang berbeda tetap terdengar konsisten saat diputar melalui sistem yang sama.
Selain itu, streamer modern seperti merk Wiim Ultra juga berfungsi sebagai penghubung antara perangkat audio lama dan baru. Perangkat analog seperti amplifier lawas atau turntable tetap bisa digunakan bersama sumber digital masa kini. Dengan kata lain, streamer menjadi jembatan antar generasi perangkat audio, tanpa memaksa pengguna mengganti seluruh sistemnya.
Lebih jauh lagi, sebuah streamer dapat menggantikan beberapa peran sekaligus, seperti preamp digital, pemilih sumber audio, pemutar musik lokal, hingga pengendali multiroom. Semua ini membuat streamer bukan lagi sekadar pemutar musik, melainkan pusat sistem audio yang menyatukan teknologi, kemudahan, dan kualitas suara dalam satu perangkat.
