Lebih Sehat Main Musik ala Dulu dan Kini

Comment
X
Share
Share with your friends


Setujukah anda bila dikatakan bahwa memutar musik zaman kini memang lebih praktis, Akan tetapi ternyata tak selalu lebih sehat

Memutar musik di era sekarang ternyata tak selalu lebih “sehat” dibanding masa lalu. Dulu, ketika ingin memasang atau mengganti rekaman—entah kaset, piringan hitam, atau CD—kita harus berdiri, berjalan ke rak, membungkuk, membuka cover, lalu menaruhnya dengan hati-hati. Ada gerak tubuh, ada aktivitas fisik kecil yang tanpa sadar ikut menyehatkan.

Sekarang? Kecuali masih setia dengan piringan hitam, hampir semua bisa dilakukan sambil duduk manis. Tinggal klik dari laptop atau sentuhan jari di layar ponsel. Musik mengalir, tubuh nyaris tak bergerak. Praktis, cepat, dan nyaman—tapi juga makin minim gerak.

Tentu ini bukan hal buruk. Namanya juga kemajuan zaman. Komputer kini menjadi pusat kendali musik sekaligus player utama dalam sistem audio hi-end. Bagi lansia atau mereka yang memiliki keterbatasan fisik, teknologi ini justru sangat membantu dan manusiawi.

Ke depan, bisa jadi AI ikut ambil peran lebih jauh. Cukup bilang, “Putarkan jazz santai untuk sore hari,” lalu sistem memilihkan lagu, menyesuaikan volume, bahkan mengatur karakter suara sesuai mood kita. Nyaman? Jelas. Tapi jangan kaget kalau kita makin jarang berdiri dari kursi.

Mungkin di situlah tantangannya: di tengah kemudahan teknologi audio modern, kita tetap perlu “memutar” kesadaran—sesekali bangkit, bergerak, dan menikmati musik bukan hanya dengan telinga, tapi juga dengan tubuh yang tetap hidup.


Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *